Mengapa Aplikasi Windows Tidak Ada di Linux


Kemarin, sewaktu membalas komentar seorang pengunjung di blog ini berkenaan dengan bisakah saya menunjukkan aplikasi-aplikasi native Windows yang berjalan di Linux.

Saya mengarahkannya untuk berkunjung ke OpenDisc.com.
Mengapa? Karena di opendisc, ketika itu saya bermaksud menunjukkan bahwa banyak sekali aplikasi yang bisa berjalan di Windows, tanpa ada tindakan apapun dari pihak Microsoft.

Saya ingin dia berpikir, jika karena kemauannya sendiri, developer mplayer, vlc, the gimp dan lainnya melakukan porting agar aplikasi mereka bisa berjalan di Windows, mengapa, developer aplikasi-aplikasi berbasis Windows seperti Ms Office, Flash MX, Photoshop dan lain-lain tidak melakukan porting?

Kendala mengapa developer aplikasi seperti misalnya Adobe tidak melakukan porting adalah karena:

Pasar yang tidak menguntungkan
Tidak menguntungkan masuk dan mencoba merebut pasar The Gimp, sedangkan jika dibandingkan, kelebihan photoshop dibandingkan The Gimp apa sih? Coba saja, anda minta dua orang pakar gimp dan photoshop melakukan satu pekerjaan yang sama, hasilnya mungkin tidak jauh berbeda, walaupun teknik yang digunakan berbeda. Mengerti maksud saya? Apa yang ada dikepala itu lebih penting daripada tool.

Kendala waktu
Memporting aplikasi kecil, mungkin hanya beberapa hari. Tapi, aplikasi sebesar Photoshop bisa makan waktu berhari-hari, bahkan bulanan.

Inilah sebenarnya kendala utama, mengapa sangat sedikit aplikasi yang awalnya besar di Windows diporting ke Linux. Bukan karena Linux itu begini-begitu.

Apalagi jika mau membuka kode sumber mereka, jiwa-jiwa materialisme mereka akan semakin menyempit.

Read more of this post

%d bloggers like this: