Waspadai Penyusup Suporter Malaysia di GBK


https://i2.wp.com/static.republika.co.id/images/suporter_malaysia_menembakan_sinar_laser_101227160832.jpgWASPADALAH… WASPADALAH….. WASPADALAH !!!

Tindakan provokatif dan tidak sportif yang ditunjukkan oleh supoter Malaysia pada Final AFF 2010 leg.1 menimbulkan banyak kecaman dari berbagai pihak dan kabarnya pun FIFA akan memberikan sanksi yang berat kepada FAM (Malaysia). Tidak hanya itu saja hagstag #Malaysiacheatlaser pun menjadi trending topic no.1 di twitter.

Kesel, marah dan emosi jiwa terhadap perlakuan suporter Malaysia kepada Timnas Indonesia sangatlah wajar. Akan tetapi, kita harus lebih bersikap dewasa, semoga di GBK nanti kita tidak melakukan hal yang serupa seperti suporter Malaysia. Jangan mudah terprovokasi dan waspadai penyusup suporter Malaysia yang menyamar sebagai suporter Timnas Indonesia. Berikut isi pesan berantai itu:

"Malaysia akan menyelundup supporternya di GBK, menyaru menjadi suporter Timnas Indonesia untuk menyerang laser ke timnya sendiri, tujuannya agar pertandingan dihentikan dan Malaysia menang WO.
Jadi TANGKAP PENGGUNA LASER Di GBK Nanti!!!

Read more of this post

Garuda Pasti Menang, Amin~ WE LOVE U INDONESIA


Ayo seluruh masyarakat Indonesia berdoa dan yakin GARUDA PEMENANGNYA.

Always LOVE U INDONESIA. Rasa bangga ini tidak akan pernah luntur sampai kapan pun. Habisi Malingsia, binasakan malingshit, buat malu si "pecundang Malaysia" dan jangan kasih meraka nafas sedikit pun.

Read more of this post

Tim Thomas Cup Indonesia Melaju Ke Final


https://adesepele.files.wordpress.com/2010/05/taufik-hidayat-soni-dk.jpg?w=314Kuala Lumpur (ANTARA) – Setelah tigakali berturut-turut Indonesia hanya sampai di babak delapan besar, inilah untuk pertama kali dalam delapan tahun terakhir putra-putra Indonesia kembali mencapai babak puncak Piala Thomas.

Usai mempertahankan Piala Thomas di Guangzhou, China, pada 2002 yang sekaligus mencetak rekor lima kali juara berturut-turut, prestasi Merah Putih pada kejuaraan dunia beregu putra itu menurun drastis.

Jangankan mempertahankan gelar, mencapai final pun tidak. Itu terjadi pada tiga penyelenggaraan berturut-turut, 2004, 2006 dan 2008; dua di antaranya bahkan terjadi di hadapan publik sendiri.

Pada 2004, Taufik Hidayat dan kawan-kawan dijegal Denmark 2-3 di semifinal sehingga gagal mempertahankan piala yang dimenangi di Guangzhou itu. Read more of this post

%d bloggers like this: