Cowbsoys in Paradise Movie + Trailer


https://i2.wp.com/img.youtube.com/vi/yDPNeXSVmak/0.jpgKuta – ‘Cowboys in Paradise’, film yang kini tengah heboh di Bali merupakan film dokumenter pertama yang diproduksi oleh Amit Virmani. Bahkan, untuk menggarap film tersebut, Amit bekerja sendirian.

"Hanya saya sendirian. Saya hanya membawa peralatan yang muat dengan tas ransel saya," ujar Amit yang kini tinggal di Singapura, seperti dilansir Twitchfilm, Senin (25/4/2010).

Awalnya, Amit sempat menggandeng seorang asisten produksi saat melakoni syuting di Bali. Namun, ia menyuruh sang asisten pulang karena terlalu menuntut, terutama masalah uang.

"Saya mengirimnya pulang setelah lima hari. Saya percaya film ini adalah sebuah kolaborasi antara kerja keras dan semuanya, jadi masalah uang seharusnya dikebelakangkan," jelasnya.

Read more of this post

Seniman Bali Protes Klaim Malaysia atas Tari Pendet


Seniman Bali Protes Klaim Malaysia atas Tari Pendet

Sabtu, 22 Agustus 2009 | 11:57 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar – Kalangan seniman Bali memprotes klaim Malaysia atas Tari Pendet yang digunakan dalam iklan Visit to Malaysia. Tindakan itu dianggap sebagai pencurian atas kekayaan budaya masyarakat Bali.

Seniman tari Wayan Dibia mengaku terkejut dengan kejadian itu. “Pendet adalah tari yang sudah ratusan tahun dimainkan warga Bali,” ujar mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, Sabtu (22/8).

Pada awalnya, tari itu adalah tari sakral yang dipertunjukkan pada upacara ritual keagamaan untuk menyambut turunnya para dewa dari kahyangan.

Tetapi pada 1950, tarian tersebut dimodifikasi menjadi tari penyambutan tamu dengan mendapat sebutan khusus sebagai Tari Pendet Puja Astuti. Penciptanya Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi menjadikan Pendet dengan empat penari sebagai bagian dari pertunjukan turistik di Bali Hotel (Denpasar).

Pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet dengan lima penari yang bertahan hingga saat ini. ”Tahun 1962 kembali dimodifikasi sebagai tarian massal dengan 800 penari untuk pembukaan Asian Game di Jakarta,” jelas dia.

Protes kalangan seniman itu akan difasilitasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk menjadi protes resmi dari lembaga negara di Indonesia. Anggota DPD RI dari Bali Ida Ayu Mas menyatakan, sikap pihak Malaysia itu tidak bisa dibiarkan. ”Apalagi sudah ada beberapa kejadian sebelumnya,” ujar dia.

Sementara itu DPD RI juga akan meminta pemerintah Indonesia untuk merlindungi karya-karya budaya nusantara. Misalnya dengan mengurus hak cipta dari komunitas budaya di Indonesia. Karya-karya itu harus dianggap sebagai kekayaan bangsa yang tidak bisa sembarangan diklaim bangsa lain.

Jero Wacik Tanggapi Kasus Klaim Malaysia Terhadap Tari Pendet Bali


Pak Jero Wacik dalam percakapan dengan Beliau sangat tegas, dan akibat ketegasan beliau kami pemuda dan pemudi Bali menggelar rapat secara maraton sejak kemarin, dan mengambil kesimpulan tegas :

1. Pemerintah Malaysia harus meminta maaf kepada Rakyat Bali Khususnya, Indonesia umumnya, atas penayangan Tari Pendet di Discovery Chanel mewakili Enigmatic Malaysia.
2. Malaysia harus mengganti rugi akibat biaya-biaya yang ditimbulkan dalam rangka menyucikan seni dan budaya Bali yang dilecehkan.
3. Menteri Pariwisata akan membuat Nota Protes Keras mewakili Rakyat Bali dalam waktu cepat.

Jika Malaysia tetap membangkang, maka akan diambil tindakan Tegas :
1. Mengusir Kembali Tourist Malaysia yang berkunjung ke Bali.
2. Melarang AirAsia Terbang ke Bali.
3. Melapor ke badan dunia tindakan pelecehan oleh Malaysia terhadap Seni dan Budaya Bali.

masih ada banyak lagi kesepakatan, tidak semua kami ungkap disini.

%d bloggers like this: