Sejarah Cheerleading

Tak kenal maka tak sayang.. Peribahasa ini sudah tentu berlaku untuk semua kegiatan yang kita lakukan, termasuk juga Cheerleader. Jadi rasanya ga lengkap kalo kita rajin latihan Cheerleader, ikut setiap kompetisi, tapi ga pernah tau sejarah Cheerleader. Cheerleader yang pertama muncul di University of Minnesota pada tahun 1898. Ide untuk membentuk Cheerleader ini muncul gara-gara pada saat itu tim footbal kampus mereka mengalami musim yang sangat mengecewakan, hampir selalu kalah dari tim-tim footbal kampus lain. Semua mahasiswa University of Minnesota setuju bahwa suatu langkah harus segera diambil agar tim mereka mampu bertanding lebih baik.

Beberapa saat sebelum pertandingan melawan Madison Wisconsin, mereka pun berkumpul untuk membicarakan tentang hal ini. Di pertemuan itu, salah seorang profesor Universitas menyatakan hasil risetnya yang menjadi inspirasi bagi para mahsiswa, yakni suatu “rangsangan” dari luar secara bersama-sama dari beberapa ratus mahasiswa akan memberikan energi positif bagi tim dan akan membantu tim untuk menang. Bermodalkan hasil riset ini, mereka pun berangkat ke stadion untuk memberi semangat bagi tim footbal mereka.

Namun ternyata hasilnya tidak memuaskan. Tim footbal Minnesota tetap mengalami kekalahan telak 28-0, kendati ratusan mahasiswa telah bersorak sorai dari bangku penonton. Hasil riset sang profesor ternyata tidak berlaku seperti yang mereka harapkan. Namun mereka tidak menyerah dan kembali memikirkan bahwa sesuatu harus dilakukan untuk menghentikan penampilan tim mereka yang buruk. Lalu muncullah JACK CAMPBELL, mahasiswa tingkat satu dari fakultas kedokteran, yang menjadi orang pertama yang menjadi Cheerleader. Dia berpendapat bahwa seseorang harus menjadi pemimpin untuk mengatur dan mengkoordinasikan para suporter. Ia juga berpendapat bahwa harus ada suatu yang beda dari yang lain. Maka di pertandingan berikutnya, Jack Campbell menyorakkan Cheer untuk pertama kalinya, yang menjadi sangat populer sampai sekarang :

“Rah Rah rah!
Ski-u-Mah Hoo-Rah
Ho-Rah!
Varsity! Varsity!
Min-e-so-tah!

Sayang sekali tidak diceritakan bagaimana penampilan tim footbal University of Minnesota semenjak saat itu. Namun yang jelas, University Of Minnesota kembali membuat tonggak sejarah dalam sejarah Cheerleader dunia, yakni pada sekitar tahun 1920, dengan memasukkan unsur sport dalam tim Cheerleader, yakni dengan berbagai gymnastic dan tumbling routines. Hal inilah yang membuat Cheerleader sampai sekarang dikenal dengan kemampuan atletis mereka, bukan hanya sekedar sorak sorai saja. Pada tahun 1930an, showmanship makin berkembang dalam penampilan tim Cheerleader, dan membuatnya menjadi semakin menarik untuk ditonton. Penggunaan megaphone dimulai sekitar tahun 1940an, dan pom-pon sekitar tahun 1950an, dipelopori oleh Lawrence Herkimer. Lawrence Herkimer ternyata tidak saja mempelopori penggunaan pom-pon dalam Cheerleader, namun juga membentuk National Cheerleading Association di Southern Methodist University, setelah ia mengadakan klinik Cheerleader untuk pertama kalinya pada tahun 1946 dan 1947. Lawrence juga menjadi pelatih dalam Cheerleading Camp yang pertama yang pernah diaadakan, yakni di Sam Houston College. Pada tahun pertama, 52 wanita ikut serta dalam Cheerleading Camp tersebut, dan pada tahun berikutnya, peserta membludak menjadi 350 peserta. Lawrence tidak pernah tau, bahwa saat ini, setidaknya 20.000 anggota Cheerleader ikut serta dalam Cheerleading Camp yang diselenggarakan setiap musim panas tiap tahunnya. Nama Lawrence Herkimer kemudian diabadikan menjadi nama salah satu jumps dalam Cheerleader, yakni “Herkie”.

Demikianlah sejarah singkat Cheerleader. Cheerleader, percaya atau tidak, pada awal munculnya didominasi oleh pria, bahkan wanita dilarang untuk ikut dalam tim Cheerleader. Keadaan ini mulai berubah sejak banyak remaja pria diikutsertakan dalam wajib militer di Perang Dunia ke II, sehingga memberi kesempatan untuk remaja wanita untuk ikut serta dalam tim Cheerleader. Sejak saat itu sampai sekarang, lebih dari 90% anggota tim Cheerleader adalah wanita.
Sumber :
Coburn, Pam. Cheer Magazine. Vol. 1, issue 2, 1993: pp. 9.
Kuch, K.D. The Cheerleaders Almanac. New York:Random House, 1996: pp. 8-9.
Davis, Julie. American Cheerleader. Vol. 3, issue 1, 1997: pp. 46, 48, 63.
Fecteau, Christine. Cheer Magazine. Vol. 1, issue 1, 1993: pp. 18-19, 22-23.
Froiland, Paul. Cheer Magazine. Vol. 1, issue 1, 1993: pp. 13, 30-31, 39.
Lovvorn, Brad. Cheer Magazine. Vol. 1, issue 1, 1993: pp. 25-27.
Villarreal, Cindy. The Cheerleader’s Guide to Life. New York: HarperCollins, 1994: pp. 17-19.
Webb, Jeff. American Cheerleader. Vol. 3, issue 2, 1997: pp. 65, 97.

Related Post :

  1. Video-video Tim yang Perfom @ Final Pop Mie Cheeeleadance 2008
  2. Profil C1C & Download Video – Cheers SMA 1 Ciputat
  3. Pop Mie Cheerleadance 2009 – Tips ‘n Trik
  4. POP MIE CHEERLEADANCE 2009
  5. Sejarah Cheerleading
  6. Hasil NCC 2009
  7. NCC 2008


http://indonesiancheerleading.com/2006/06/27/sejarah-cheerleading-di-dunia/

4 Responses to Sejarah Cheerleading

  1. Lacee says:

    Thanks. I’m sure you are right.,Wally

    Like

  2. Valentin says:

    I agree with all the above statements.,Wally

    Like

  3. Maaike says:

    We’ve come a long way, baby… But we can slide right back so quickly.,Wally

    Like

  4. Gabry says:

    Great idea!,Wally

    Like

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: